Kota Tua Jakarta


Kota tua adalah salah satu tempat bersejrah yang menjadi cagar budaya yang masih dipertahankan oleh pemerintah indonesia sebagai salah satu abnguna yang memiliki nilai sejarah yang tinggi. Kota tu ini adalah bukti awal pembangunan jakarta yang dulu masih bernama batavia. Sejarah yang turut melengkapi perkembangan jakarta dari dulu hingga sekarang dapat dibuktikan dengan adanya bangunan yang sering disebut kota tua.

Dahulu kala kota tua yang letakya strategis ini menjadi bahan rebutan antara kerajaan-kerajaan yang ada di Indonesia dengan para VOC, barang siapa yang bisa merebut kota tua akan menjadi penguasa para warga atavia pada saat itu disebut dengan orang betawi jika zaman sekarang. Pada saat itu kota tua menjadi kantor VOC, hingga sekarang kota tua menjadi seitus warisan dan menjadi bangunan yang dilindungi sebagai sebagai sejarah arsitektur yang memiliki sejarah dan masih ada dari dulu sampai sekarang.

Cerita yang dari dulu ada pun bermacam-macam dari mulai peperangan sampai cerita mistis ada di kota tua ini, sepertinya karena banguna tua dan tidak dijadikan tempat huni bangunan ini menjadi tempat yang jika dikunjungi malam hari dan sedang sepi menjadi sangat seram. Banunan bersejarah ini pun menjadi sering dikunjungi oleh para wisatawan. Satu tempat yang penuh dengan sejarah ini pun menjadi tempat favorit pula jika ingin berekreasi menikmati suasana jakarta. Ketika datang ke sana banyak sekali orang-orang yang seang mencari rezeki salah satunya dengan menyewakan sepeda ontel. Sepeda ontel juga merupakan sepeda yan bersejaran yang masih ada dari dulu sampai sekarang, para pahlawan dulu banyak yang menggunakan sepeda ini sebagai alat transportasi atau kendaraan kemana pu mereka pergi.

Dahulu kota tua pun menjadi tempat perdagangan bagi seluruh masyarakat dan mancanegara. Kini tempat ini menjadi kawasan yang paling tua di jakarta dan wisata yang pas bagi para remaja yang masih bersekolah untuk datang dan mengenal sejaran Jakarta dahulu kala karena terdapat banyak museum yang mewakili sejarah perkembangan jakarta.

0 komentar