Keindahan Alam Di Telaga Warna


Banyak yang sudah mengetahui telaga warna sebagai tempat wisata namun tak banyak orang-orang mengetahui bahwa telaga warna mempunyai cerita di dalamnya. Dahulu kala hidup sebuah kerajaan yang tinggal di wilayah yang sekarang disebut dengan telaga warna, seorang raja dan ratu memiliki putri yang sangat cantik jelita namun sangat disayangkan peranggai putri tersebut tidak secantik wajahnya.

Setiap hari para pelayan istana terkena amukannya hanya karena masalah yang sepele, putri yang mudah marah itu pun diceritakan akan segera berulang tahun dan ia tidak sabar ingin mendapatan hadiah, namun para pelayan yang terlenjur benci namun tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa memendam dalam hati kebencian mereka, suatu hari ketika akan ada pesta ulang tahun yang mereiah itu raja mengundang selueurh warga atau masyarakat yang tinggal di kerajaan itu untuk datang dan menikmati santapan yang sudah disediakan raja dan ratu yang begitu baik dan bijaksana ini berbeda sekali dengan peranggai putriynya, suatu waktu ketika putri hendak membuka hadiah dari kedua orang tuanya di depan banyak warga ia tak terima dengan hadiah yang berisi kalung mutiara yang berkilauan dan berwarna-warni itu, menurutnya kalung itu tidak cocok dengan dia akhirnya ia melempar kalung itu tepat ke warga dan kedua orang tuanya namun yang terjadi adalah ketika ia melempar kalung mutiara itu langsung berserakan dan menimbulkan air keluar dari mana-mana entah dari mana sumber air itu dapat ada di dalam istana namun itu membuat istana menjadi tenggelam dan semua yang ada di dalamnya tidak dapat terselematkan. Begitulah cerita tentang asal usul mengapa telaga tersebut menjadi telaga warna.

Hingga sekarang telaga warna itu menjadi wisata yang banyak dikunjungi oleh banyak orang namun entah tahu atau tidak mereka tentang cerita yang melatar belakangi adanya telaga warna tersebut, memang jika sekarang telaga warna sangat indha dan cocok sekali untuk dijadikan salah satu tempat untuk liburan namun cerita penmaan tempat tersebut pun sebagai warisan budaya jangan sampai dilupakan.

0 komentar